A Story from Anak Akun Tengah
(16-17 Agustus 2005)
Starring : Lusy, Carla, Mety, Prima, Neni, Lidya, Nita, Ratih, Reine, Tami, Prita, Ubay, Fajri, Adit, Agung, Riki, Lelo, Jerrizky
Berangkat
Pagi itu jam 8 pagi semua anak udah ngumpul di kampus. Mereka mau liburan ke Bandung en Puncak. Di kampus terlihat kegiatan ospek sedang berlangsung. Beberapa kakak senior panitia OPK terlihat sedang memasang tampang-tampang sok galak di depan juniornya. Kalo anak2 baru kelihatan stress en nunduk-nunduk, kita (anak akun kelas tengah) senyum2 en bertampang ceria karna mau liburan. Akhirnya sekitar jam 9an kita berangkat naik bis kecil kapasitas 24 orang.
Di bis
Awal-awal suasana bis sepi. Paling-paling cuma Reine yang kadang mengomentari sesuatu dengan cara gak biasa atau bercerita dengan cerita nggak biasa juga. Setelah melalui macet di daerah Tanjung Barat dan masuk tol, makanan ringan mulai beredar. Suasana bis mulai ramai. Ada Lelo dan Jery yang duduk di belakang ngoceh terus dan ngomongin hal-hal yang kebanyakan nggak penting. Lalu Fajri sebagai operator musik yang duduk di bangku paling depan mulai menyetel CD (bis yang ACnya cuma angin doang itu gak nerima kaset, melainkan CD bo!). Ketika CD Radja disetel beberapa anak histeris, ada yang histeris karena ilfil en gubrak, ada juga yang histeris karena suka en antusias en pengen ikut nyanyi, seperti Nita misalnya….
Jujur:
Duhai kekasih pujaan hati…
……jujurlah padaku…bila kau tak lagi setia….tinggalkanlah aku…
Lalu album Radja pun mulai dibahas…
Prima (duduk di bangku sebelah Lelo en Jery) : Eh selain ini lagunya apa lagi de yang terkenal?
Lelo : Yang mana? Tulus?
Nita (duduk di bangku depan Prima) :O iya, lagunya abis ini kan ya? Yang gimana de?
Lelo : Tuluslah padaku…bila kau tak lagi setia….
(Gubrak!!)
Lalu makanan ringan lainnya mulai beredar. Tak berapa lama beberapa ada yang tertidur. Di tol Cipularang, Nita bilang ke gue supaya jangan tidur karena katanya akan ada pemandangan indah yang ternyata kebanyakan adalah rawa en sengkedan. Lalu mulai dibahaslah hal-hal nggak penting….selagi semua tertidur, kita berisiik aja bahas sengkedan dan kawan2nya…
Di Bandung
Jam 12 siang kita sampai di kota Paris van Java itu…Bis parker di suatu tempat yang adem, dan dari situ kita mulai nyebar, terserah mau kemana aja dan diberi waktu sampai jam 3.
Gue, Nita, Prima, Ratih : ke Dago
Carla, Lidya, Neni, Lusy, Tami, Prita : ke Riau
Reine : janjian ama adeknya
Cowo2 : entah kemana…
Jam 4 akhirnya udah semua anak balik ke bis…
Yang ke Dago : berhasil mengunjungi 3 FO dengan rekor Ratih berhasil membeli sesuatu di setiap FO.
Yang ke Riau : yang beli baju cuma Neni doang tampaknya…
Yang entah kemana : Ternyata pasangan Lelo en Jery beli baju lowh (sempet ketemu di Dago), sementara Ubay beli brownies kukus Amanda en Kartika Sari..
Akhirnya kita melanjutkan perjalanan ke Puncak.
Di perjalanan ke Puncak
Wuih..ternyata agak macet juga, jadi perjalanan lama deh. Ditambah beberapa pemberhentian. Pertama, berhenti di pasar, katanya Ubay mau beli karung buat lomba. Ternyata beli telor. Kedua, berhenti di pinggir jalan, ternyata Ubay mau beli jagung bakar. Ubay memang kurang transparan dalam hal alasan pemberhentian. Jagung tersebut dimakan rame2 di perjalanan. Perjalanan ternyata cukup melelahkan. Udah gitu Fajri sang operator musik selalu diprotes gara2 sering menyetop lagu2 bagus en malah nyetel lagu reggae. Halahhh!! Hampir sampai di lokasi, bis sempet salah jalan beberapa kali. Yah maklum, sampe disitu udah jam 8 malem, jadi udah gelap, jalanan sempit, banyak tanjakan-turunan lagi. Semua anak tampangnya udah menunjukkan hasrat ingin turun yang besar. Beberapa karena capek, ada yang pengen segera mandi, ada yang pengen sipip, ada juga yang karena udah mulai mabok gara2 bolak-balik tanjakan-turunan. Akhirnya setelah pak supir ngegas sana sini, kita nyampe juga di Villa Java.
Di Villa Java
Pas nyampe, semua pastilah langsung beres2 en mandi. Abis itu Carla en Lidya en Lusy mulai masak untuk makan malam…mie rebus ama sosis goreng…lumayan…
Abis makan malam…piring2 dicuci oleh kaum cowok (huahahaha…)
Setelah sesi makan malam selesai, yang cewe2 pada main kartu sementara yang cowo2 ngegosip di balkon atas (betapa dunia udak kebalik!!).
Boro-boro main black jack, main cangkulan aja lupa, akhirnya cewe2 memutuskan untuk main gebrakan, salah satu jenis permainan yang bikin tangan anda memar-memar setelahnya. Waktu itu ada Lidya yang paling sering terlambat menggebrak sehingga kalah, ada juga Ratih yang hampir nggak pernah telat menggebrak en menang terus.
Setelah bosan main kartu, mulailah Reine sang Mami memulai kekacauan terhadap image gue. Karena gak ada acara tapi pada belom ngantuk, dia mulai membuat perjodoan primitif en dangdut abis dengan korban utama gue (haduh, nasib…nasib…) en Adit (woi Adit, peace man!). karena gak ada kerjaan, tentu aja semua antusias. (ckckckkck!!) Oke, akhirnya malam bikin semua anak pada ngantuk en tidur. Prita yang tadinya gue ajak tidur di tempat tidur bagian atas (tempat tidurnya bertingkat-red) jadi gak jadi karena bisa naik tapi gak bisa turun…(haduh)
Besoknya, pagi2 setelah sesi foto2 di halaman selesai, dapur kembali sibuk karena Carla dkk bikin nasi goreng dengan lauk martabak mie en nugget (kebayang kan sibuknya). Pas bikin nasi goreng itu yang heboh, nasi goreng dengan campuran nasi (ya iyalah), teri sambel, bakso, telor, en sosis. Nasi gila!. Mengaduk nasi goreng sewajan gede cukup bikin Carla olahraga. Habis makan en semua udah mandi, kita mulai packing en siap2 ke….Taman Safari!! Yeee…!!
Selama di villa itu pokoknya ada Prita yang selalu ngambil foto setiap momen penting (pas cowok2 pada nyuci piring, misalnya), ada Ratih yang sibuk sms-an en nerima telpon (maklum dari ‘mas’-nya kali), ada Lusy yang acapkali ngeluarin kata2 ilmiah (misalnya ilusi optic…apaan tuh?) yang bikin Lelo bertanya-tanya, ada Reine yang selalu ngoceh en menjadikan gw korban gossip (dan semua menikmatinya…bagus!!), ada Lelo en Jery yang gak kalah sering ngocehnya, ada juga Agung yang paling rapi di antara semua cowok (even di antara kita semua deng!) karena pake kemeja, sepatu, en tasnya aja tas koper, en gak lupa Ubay yang berusaha sebijaksana mungkin sebagai Pa’ Ketu yang mesti menjaga semuanya berjalan lancar.
Di Taman Safari
Pas di perjalanan, lagi lagu Radja mengaung-ngaung…(plis deh!) lagi2 Lusy sering mengeluarkan ocehan2 yang lucu en gubrak, seperti:
Lusy : aduh gw gak bawa kacamata nih…ntar gimana liat hewan2nya??
Yang lain : ya emang hewannya sekecil apa Lus…
Tak lama kemudian dia meneriakkan sesuatu yang ternyata laba-laba kecil tergantung di kabel pinggir jalan yang semua orang nggak melihat ato menyadarinya… (coba hubungkan dengan percakapan sebelumnya)
Lalu Lusy kembali mengeluarkan istilah ilmiah pas dia mengomentari Lelo yang paling jarang tidur di bis.
Lusy : Lelo kayak makhluk nocturnal
(Nokturnal? Apa ya artinya? Oh, artinya makhluk yang nggak pernah tidur…)
Oke deh, Lusy. Tak diragukan ke-smart-annya.
Sampai di Taman Safari, ya biasalah liat2 hewan yang gak dipagerin, termasuk singa en harimau…para pemilik kamera pun segeraambil tindakan memotret. Pas mau keluar, ternyata macet. Karena macetnya lama, sedikit demi sedikit kita turun dari bis. Lagian udara didalam bis semakin pengap. Lalu kita sok-sokan pengen foto didepan kandang beruang madu. Pas seekor beruang berlari ke arah jalan, kita pun terbirit-birit kembali ke bis…
Abis liat2 hewan, kita liat2 akuarium reptile sambil nunggu pertunjukan cowboy yang mulai jam satu. Carla sempet foto bareng orang utan, Adit sempet ketinggalan karena betah di akuarium reptile (haduh!) en sempet bikin Ubay sedikit serius en semua anak nunggu….(momen nunggu ini gak dilewatin buat foto2!)
Akhirnya kitajadi juga nonton pertunjukan cowboy…pertunjukannya keren juga, pake efek2 yang lumayan dahsyat en acting pemainnya keren juga. Beberapa ada yang oke juga (haduh! Teteepp…). Setelah selesai…akhirnya kita pulaaaanggg…
Di perjalanan pulang
Perjalanan pulang sungguh melelahkan karena AC Cuma angina doing en gak menyejukkan. Belom lagi macet abis, musik yang dimainkan tak lain dan tak bukan adalah Radja! (Haduh!) akhirnya banyak yang tertidur. Lalu Reine yang bawaannya pengen foto mulu memanfaatkan momen itu dengan memotret setiap anak yang tidur dan menunjukkan ke mereka pas bangun. Kalo Prima ikhlas2 aja, Ratih mencak-mencak en memohon-mohon supaya gambarnya diapus...karena ke-chubby-an pipinya tampak jelas (ups!hehe…peace, Ratih!) Dalam perjalanan pulang itu pula, Reine baru menemukan bagaimana caranya mengatur cahaya pada kameranya, sementara selama dia motret kemaren2, seringkali kesilauan ato kegelapan (haha telat deh, lo.) Prita juga baru menemukan bagaimana cara self timer pada kameranya.
Akhirnya jam 5 sore kita sampe juga di kota Jakarta! Fajri turun di depan rumah besar yang kita sempet kira itu rumahnya, setelah seruan “weee…” terdengar, ternyata abis turun, dia nyebrang…lalu Ubay yang sempat memberi kata2 sambutan penutup sebelumnya, turun lebih dulu juga sama Riki di daerah…mana ya…Cibubur ya? Lupa.
Sebagian besar turun di kampus tercintah. Gue, Nita, Reine, en Prima yang rumahnya searah, memutuskan untuk naik taksi. Kita sempet bikin seorang supir taksi gondok segondok-gondoknya. Pasalnya, kita nyetop taksi biru yang kita kira Blue Bird, ternyata bukan. Taksi itu adalah Sepakat. Lalu tanpa ragu kita langsung bilang; “Nggak bang, nggak jadi.” Polos. Parahnya, gak lama kemudian (taksi Sepakat tadi juga belom melaju) taksi blue bird datang en dengan antusiasnya kita menyetop taksi itu. Bayangkan ekspresi supir taksi Sepakat tadi! Gak mau bayangin? Ya udah. Gak penting siyh…
Wuaaahhh…liburan yang cukup melelahkan tapi menyenagkan en seru…thanks to Ubay en Carla yang udah merintis liburan inih…Thanks juga untuk Bu Rosita en Pak Aria Kanaka yang udah support...en pihak lainnya yang gue gak tauu...
Tampaknya liburan ini cukup bikin gue demam malamnya en merasakan gejala2 flu. Foto2pun segera ditransfer. Mau dikirim ke email anak2, eh byte nya kegedean, jadi gak jadi deh…Sabar aja yah menunggu foto2 hasil jepretan gue…
Starring : Lusy, Carla, Mety, Prima, Neni, Lidya, Nita, Ratih, Reine, Tami, Prita, Ubay, Fajri, Adit, Agung, Riki, Lelo, Jerrizky
Berangkat
Pagi itu jam 8 pagi semua anak udah ngumpul di kampus. Mereka mau liburan ke Bandung en Puncak. Di kampus terlihat kegiatan ospek sedang berlangsung. Beberapa kakak senior panitia OPK terlihat sedang memasang tampang-tampang sok galak di depan juniornya. Kalo anak2 baru kelihatan stress en nunduk-nunduk, kita (anak akun kelas tengah) senyum2 en bertampang ceria karna mau liburan. Akhirnya sekitar jam 9an kita berangkat naik bis kecil kapasitas 24 orang.
Di bis
Awal-awal suasana bis sepi. Paling-paling cuma Reine yang kadang mengomentari sesuatu dengan cara gak biasa atau bercerita dengan cerita nggak biasa juga. Setelah melalui macet di daerah Tanjung Barat dan masuk tol, makanan ringan mulai beredar. Suasana bis mulai ramai. Ada Lelo dan Jery yang duduk di belakang ngoceh terus dan ngomongin hal-hal yang kebanyakan nggak penting. Lalu Fajri sebagai operator musik yang duduk di bangku paling depan mulai menyetel CD (bis yang ACnya cuma angin doang itu gak nerima kaset, melainkan CD bo!). Ketika CD Radja disetel beberapa anak histeris, ada yang histeris karena ilfil en gubrak, ada juga yang histeris karena suka en antusias en pengen ikut nyanyi, seperti Nita misalnya….
Jujur:
Duhai kekasih pujaan hati…
……jujurlah padaku…bila kau tak lagi setia….tinggalkanlah aku…
Lalu album Radja pun mulai dibahas…
Prima (duduk di bangku sebelah Lelo en Jery) : Eh selain ini lagunya apa lagi de yang terkenal?
Lelo : Yang mana? Tulus?
Nita (duduk di bangku depan Prima) :O iya, lagunya abis ini kan ya? Yang gimana de?
Lelo : Tuluslah padaku…bila kau tak lagi setia….
(Gubrak!!)
Lalu makanan ringan lainnya mulai beredar. Tak berapa lama beberapa ada yang tertidur. Di tol Cipularang, Nita bilang ke gue supaya jangan tidur karena katanya akan ada pemandangan indah yang ternyata kebanyakan adalah rawa en sengkedan. Lalu mulai dibahaslah hal-hal nggak penting….selagi semua tertidur, kita berisiik aja bahas sengkedan dan kawan2nya…
Di Bandung
Jam 12 siang kita sampai di kota Paris van Java itu…Bis parker di suatu tempat yang adem, dan dari situ kita mulai nyebar, terserah mau kemana aja dan diberi waktu sampai jam 3.
Gue, Nita, Prima, Ratih : ke Dago
Carla, Lidya, Neni, Lusy, Tami, Prita : ke Riau
Reine : janjian ama adeknya
Cowo2 : entah kemana…
Jam 4 akhirnya udah semua anak balik ke bis…
Yang ke Dago : berhasil mengunjungi 3 FO dengan rekor Ratih berhasil membeli sesuatu di setiap FO.
Yang ke Riau : yang beli baju cuma Neni doang tampaknya…
Yang entah kemana : Ternyata pasangan Lelo en Jery beli baju lowh (sempet ketemu di Dago), sementara Ubay beli brownies kukus Amanda en Kartika Sari..
Akhirnya kita melanjutkan perjalanan ke Puncak.
Di perjalanan ke Puncak
Wuih..ternyata agak macet juga, jadi perjalanan lama deh. Ditambah beberapa pemberhentian. Pertama, berhenti di pasar, katanya Ubay mau beli karung buat lomba. Ternyata beli telor. Kedua, berhenti di pinggir jalan, ternyata Ubay mau beli jagung bakar. Ubay memang kurang transparan dalam hal alasan pemberhentian. Jagung tersebut dimakan rame2 di perjalanan. Perjalanan ternyata cukup melelahkan. Udah gitu Fajri sang operator musik selalu diprotes gara2 sering menyetop lagu2 bagus en malah nyetel lagu reggae. Halahhh!! Hampir sampai di lokasi, bis sempet salah jalan beberapa kali. Yah maklum, sampe disitu udah jam 8 malem, jadi udah gelap, jalanan sempit, banyak tanjakan-turunan lagi. Semua anak tampangnya udah menunjukkan hasrat ingin turun yang besar. Beberapa karena capek, ada yang pengen segera mandi, ada yang pengen sipip, ada juga yang karena udah mulai mabok gara2 bolak-balik tanjakan-turunan. Akhirnya setelah pak supir ngegas sana sini, kita nyampe juga di Villa Java.
Di Villa Java
Pas nyampe, semua pastilah langsung beres2 en mandi. Abis itu Carla en Lidya en Lusy mulai masak untuk makan malam…mie rebus ama sosis goreng…lumayan…
Abis makan malam…piring2 dicuci oleh kaum cowok (huahahaha…)
Setelah sesi makan malam selesai, yang cewe2 pada main kartu sementara yang cowo2 ngegosip di balkon atas (betapa dunia udak kebalik!!).
Boro-boro main black jack, main cangkulan aja lupa, akhirnya cewe2 memutuskan untuk main gebrakan, salah satu jenis permainan yang bikin tangan anda memar-memar setelahnya. Waktu itu ada Lidya yang paling sering terlambat menggebrak sehingga kalah, ada juga Ratih yang hampir nggak pernah telat menggebrak en menang terus.
Setelah bosan main kartu, mulailah Reine sang Mami memulai kekacauan terhadap image gue. Karena gak ada acara tapi pada belom ngantuk, dia mulai membuat perjodoan primitif en dangdut abis dengan korban utama gue (haduh, nasib…nasib…) en Adit (woi Adit, peace man!). karena gak ada kerjaan, tentu aja semua antusias. (ckckckkck!!) Oke, akhirnya malam bikin semua anak pada ngantuk en tidur. Prita yang tadinya gue ajak tidur di tempat tidur bagian atas (tempat tidurnya bertingkat-red) jadi gak jadi karena bisa naik tapi gak bisa turun…(haduh)
Besoknya, pagi2 setelah sesi foto2 di halaman selesai, dapur kembali sibuk karena Carla dkk bikin nasi goreng dengan lauk martabak mie en nugget (kebayang kan sibuknya). Pas bikin nasi goreng itu yang heboh, nasi goreng dengan campuran nasi (ya iyalah), teri sambel, bakso, telor, en sosis. Nasi gila!. Mengaduk nasi goreng sewajan gede cukup bikin Carla olahraga. Habis makan en semua udah mandi, kita mulai packing en siap2 ke….Taman Safari!! Yeee…!!
Selama di villa itu pokoknya ada Prita yang selalu ngambil foto setiap momen penting (pas cowok2 pada nyuci piring, misalnya), ada Ratih yang sibuk sms-an en nerima telpon (maklum dari ‘mas’-nya kali), ada Lusy yang acapkali ngeluarin kata2 ilmiah (misalnya ilusi optic…apaan tuh?) yang bikin Lelo bertanya-tanya, ada Reine yang selalu ngoceh en menjadikan gw korban gossip (dan semua menikmatinya…bagus!!), ada Lelo en Jery yang gak kalah sering ngocehnya, ada juga Agung yang paling rapi di antara semua cowok (even di antara kita semua deng!) karena pake kemeja, sepatu, en tasnya aja tas koper, en gak lupa Ubay yang berusaha sebijaksana mungkin sebagai Pa’ Ketu yang mesti menjaga semuanya berjalan lancar.
Di Taman Safari
Pas di perjalanan, lagi lagu Radja mengaung-ngaung…(plis deh!) lagi2 Lusy sering mengeluarkan ocehan2 yang lucu en gubrak, seperti:
Lusy : aduh gw gak bawa kacamata nih…ntar gimana liat hewan2nya??
Yang lain : ya emang hewannya sekecil apa Lus…
Tak lama kemudian dia meneriakkan sesuatu yang ternyata laba-laba kecil tergantung di kabel pinggir jalan yang semua orang nggak melihat ato menyadarinya… (coba hubungkan dengan percakapan sebelumnya)
Lalu Lusy kembali mengeluarkan istilah ilmiah pas dia mengomentari Lelo yang paling jarang tidur di bis.
Lusy : Lelo kayak makhluk nocturnal
(Nokturnal? Apa ya artinya? Oh, artinya makhluk yang nggak pernah tidur…)
Oke deh, Lusy. Tak diragukan ke-smart-annya.
Sampai di Taman Safari, ya biasalah liat2 hewan yang gak dipagerin, termasuk singa en harimau…para pemilik kamera pun segeraambil tindakan memotret. Pas mau keluar, ternyata macet. Karena macetnya lama, sedikit demi sedikit kita turun dari bis. Lagian udara didalam bis semakin pengap. Lalu kita sok-sokan pengen foto didepan kandang beruang madu. Pas seekor beruang berlari ke arah jalan, kita pun terbirit-birit kembali ke bis…
Abis liat2 hewan, kita liat2 akuarium reptile sambil nunggu pertunjukan cowboy yang mulai jam satu. Carla sempet foto bareng orang utan, Adit sempet ketinggalan karena betah di akuarium reptile (haduh!) en sempet bikin Ubay sedikit serius en semua anak nunggu….(momen nunggu ini gak dilewatin buat foto2!)
Akhirnya kitajadi juga nonton pertunjukan cowboy…pertunjukannya keren juga, pake efek2 yang lumayan dahsyat en acting pemainnya keren juga. Beberapa ada yang oke juga (haduh! Teteepp…). Setelah selesai…akhirnya kita pulaaaanggg…
Di perjalanan pulang
Perjalanan pulang sungguh melelahkan karena AC Cuma angina doing en gak menyejukkan. Belom lagi macet abis, musik yang dimainkan tak lain dan tak bukan adalah Radja! (Haduh!) akhirnya banyak yang tertidur. Lalu Reine yang bawaannya pengen foto mulu memanfaatkan momen itu dengan memotret setiap anak yang tidur dan menunjukkan ke mereka pas bangun. Kalo Prima ikhlas2 aja, Ratih mencak-mencak en memohon-mohon supaya gambarnya diapus...karena ke-chubby-an pipinya tampak jelas (ups!hehe…peace, Ratih!) Dalam perjalanan pulang itu pula, Reine baru menemukan bagaimana caranya mengatur cahaya pada kameranya, sementara selama dia motret kemaren2, seringkali kesilauan ato kegelapan (haha telat deh, lo.) Prita juga baru menemukan bagaimana cara self timer pada kameranya.
Akhirnya jam 5 sore kita sampe juga di kota Jakarta! Fajri turun di depan rumah besar yang kita sempet kira itu rumahnya, setelah seruan “weee…” terdengar, ternyata abis turun, dia nyebrang…lalu Ubay yang sempat memberi kata2 sambutan penutup sebelumnya, turun lebih dulu juga sama Riki di daerah…mana ya…Cibubur ya? Lupa.
Sebagian besar turun di kampus tercintah. Gue, Nita, Reine, en Prima yang rumahnya searah, memutuskan untuk naik taksi. Kita sempet bikin seorang supir taksi gondok segondok-gondoknya. Pasalnya, kita nyetop taksi biru yang kita kira Blue Bird, ternyata bukan. Taksi itu adalah Sepakat. Lalu tanpa ragu kita langsung bilang; “Nggak bang, nggak jadi.” Polos. Parahnya, gak lama kemudian (taksi Sepakat tadi juga belom melaju) taksi blue bird datang en dengan antusiasnya kita menyetop taksi itu. Bayangkan ekspresi supir taksi Sepakat tadi! Gak mau bayangin? Ya udah. Gak penting siyh…
Wuaaahhh…liburan yang cukup melelahkan tapi menyenagkan en seru…thanks to Ubay en Carla yang udah merintis liburan inih…Thanks juga untuk Bu Rosita en Pak Aria Kanaka yang udah support...en pihak lainnya yang gue gak tauu...
Tampaknya liburan ini cukup bikin gue demam malamnya en merasakan gejala2 flu. Foto2pun segera ditransfer. Mau dikirim ke email anak2, eh byte nya kegedean, jadi gak jadi deh…Sabar aja yah menunggu foto2 hasil jepretan gue…
Oya, btw, selagi masih dalam suasana 17 Agustus-an...MERDEKA!!

1 comments:
Percuma yah kita berhenti2 di jalan, ujung2nya kagak jadi lomba, hahaha! Cieh Mety, cinta bersemi di kala liburan nih, huahahah!
Post a Comment